Langkah 1 : Cara Mengembangkan Kepedulian

cara-mengembangkan-kepedulian

Dengan membangun kepedulian Anda bisa memiliki kemampuan untuk berempati kepada orang lain dan menjalani hidup berdasarkan rasa kasih sayang, cinta kasih, dan belas kasih kepada orang-orang di sekitar Anda. Selalu ada saja godaan untuk menjalani hidup yang hanya peduli pada kepentingan diri sendiri dan terfokus hanya pada apa yang menjadi tujuan dan keinginan Anda sendiri, tetapi hari-hari Anda akan menjadi jauh lebih berharga jika Anda memikirkan tentang apa yang orang-orang dalam kehidupan Anda pikirkan dan rasakan.

Membangun kepedulian berarti bersedia mendengarkan, mengerti jika seseorang membutuhkan bantuan, dan memberikan dukungan bagi komunitas tanpa mengharapkan penghargaan. Jika Anda ingin mengetahui cara untuk membangun kepedulian yang lebih besar, bacalah Langkah 1 untuk memulainya. Mengembangkan Cara Pandang yang Lebih Berempati.

[dropcap]1[/dropcap] Bangunlah kepekaan terhadap perasaan orang lain. Jika Anda ingin menjadi seseorang yang mempunyai cara pandang yang lebih terarah pada kepedulian, Anda harus lebih banyak menyempatkan diri untuk memikirkan tentang perasaan orang lain. Berusahalah untuk memahami bagaimana cara orang-orang di sekitar Anda menanggapi suatu situasi tertentu, atau sekedar mengenali seperti apa perasaan mereka pada saat mereka menghadapinya. Orang-orang yang memiliki rasa peduli biasanya akan bisa merasakan suasana hati orang lain dan bisa mengatakan apakah seseorang sedang merasa sedih atau kecewa, dan memikirkan cara melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Jika suatu saat Anda bertemu dengan orang lain, apakah Anda sedang di dalam kelas atau berkumpul dengan teman-teman, perhatikanlah bagaimana perasaan mereka pada saat menghadapi suatu situasi tertentu.

  • Orang-orang yang mementingkan diri sendiri atau hanya peduli pada diri mereka sendiri cenderung tidak akan peduli jika ada orang lain di sekitar mereka yang sedang merasa kecewa, bahkan jika mereka yang menjadi penyebabnya. Pastikan ini bukan karena Anda.

  • Bahkan jika bukan Anda yang menyebabkan perasaan terluka, perhatikan bagaimana cara orang lain menanggapi sebuah komentar tertentu atau sebuah berita. Jika Anda sedang mengikuti sebuah pertemuan dan merasakan bahwa banyak orang kelihatannya kecewa pada saat pimpinan Anda menjelaskan tentang tujuan dari sebuah proyek baru, Anda perlu mengatakan hal kepada pimpinan Anda.

[dropcap]2[/dropcap] Pertimbangkan apa dampak dari tindakan Anda terhadap orang lain. Mungkin Anda sendiri sudah sangat sibuk memikirkan segala kebutuhan Anda untuk mempertimbangkan dampak dari apa yang Anda lakukan atau katakan kepada orang lain. Jadi jika suatu saat Anda ingin melakukan sesuatu, mungkin meminta teman Anda yang membersihkan dapur karena Anda sedang sibuk, atau tidak menjawab telpon dari teman Anda yang baru saja patah hati, bertanyalah kepada diri Anda sendiri bagaimana tanggapan orang ini terhadap apa yang sudah Anda lakukan. Jika jawabannya “tidak baik,” maka Anda harus mempertimbangkan untuk mengubah tindakan Anda agar lebih bisa diterima oleh orang lain.

Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa orang-orang ini harus selalu menerima atau setuju dengan apapun yang Anda lakukan. Kadang-kadang Anda harus melakukan apa yang Anda yakini tanpa mencoba untuk menyenangkan orang lain. Tetapi jika perilaku Anda hanya mementingkan diri sendiri, kasar, atau tidak menyenangkan, maka Anda harus mempertimbangkan untuk melakukan perubahan.

[dropcap]3[/dropcap] Tentukan sikap. Sikap peduli pada orang lain cenderung berfokus pada usaha untuk membangun hubungan yang sehat dan positif. Kadang-kadang ini berarti akan ada perdebatan atau pertentangan dengan orang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Bagaimanapun juga, jika Anda ingin bersikap peduli, Anda perlu mempertimbangkan untuk menjaga jarak dengan seseorang, dan berusaha menjaga hubungan yang sehat dan positif daripada terus menerus bertengkar sepanjang waktu.

Jika lain kali Anda mulai berdebat atau bertengkar dengan seseorang, tanyakanlah kepada diri sendiri apakah cara ini memang benar-benar akan bermanfaat atau Anda hanya sekedar ingin meluapkan kemarahan dari dalam diri Anda. Jika menurut Anda perdebatan atau konfrontasi ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, lebih baik lupakan saja.

Peduli pada orang lain berarti sungguh-sungguh mau mendengarkan apa yang membuat mereka khawatir pada saat mereka menghadapi masalah dalam sebuah hubungan atau situasi tertentu. Tetapi mereka tetap berusaha menjaga agar semuanya tetap baik dan tidak mau bertengkar jika mereka bisa menghindarinya.

[dropcap]4[/dropcap] Hargailah orang lain dalam kehidupan Anda. Jika Anda ingin menjadi seseorang yang lebih peduli, Anda harus menghargai orang-orang yang ada dalam kehidupan Anda sebaik mungkin. Berusahalah untuk selalu berterima kasih dan mensyukuri kebaikan dari setiap anggota keluarga Anda, teman-teman Anda, orang yang Anda cintai, atau setiap orang yang sudah membuat hidup Anda menjadi lebih berarti dan lebih baik. Jangan hanya terfokus pada hal-hal yang membuat Anda kecewa atau kata-kata kasar yang kadang-kadang harus Anda hadapi, tetapi sebaliknya, berusahalah untuk memikirkan semua kegembiraan dan kebahagiaan yang orang-orang lain bawa ke dalam hidup Anda. Cara ini tidak hanya membawa Anda pada pola pikir yang lebih baik, tetapi membuat Anda lebih mudah untuk memperbesar kepedulian Anda pada orang-orang di sekitar Anda.

  • Agar Anda bisa sungguh-sungguh menghargai orang-orang dalam kehidupan Anda, Anda harus sangat berterima kasih kepada mereka. Ucapkanlah terima kasih kepada mereka karena sudah membantu Anda pada saat Anda mengalami kesulitan, karena mereka sudah berbuat baik kepada Anda, atau hanya karena mereka sudah membuat Anda kagum. Buatlah mereka mengerti bahwa kehadiran mereka sangat berarti dalam kehidupan Anda.

  • Jangan meremehkan kekuatan dari sebuah kartu ucapan “terima kasih.” Kartu ini tidak biasa digunakan seperti kartu yang lain, sehingga orang yang menerimanya akan merasa diperlakukan dengan sangat istimewa.

[dropcap]5[/dropcap] Jauhkan rasa egois. Meskipun sulit untuk bisa menjadi orang yang sama sekali tidak mementingkan diri sendiri, setiap orang bisa berusaha untuk menjadi orang yang tidak terlalu egois dalam melakukan interaksi dan menjalani kehidupannya sehari-hari. Jika Anda ingin mengurangi rasa egois, Anda harus lebih banyak memikirkan perasaan orang lain dan tidak hanya berpikir tentang saya, saya, saya.

Suatu saat jika Anda berinteraksi dengan seseorang, berusahalah untuk memperhatikan bagaimana perasaannya dan bagaimana keadaannya daripada membicarakan tentang diri Anda atau memikirkan kebutuhan Anda sendiri. Semakin Anda sadar untuk tidak lagi bersikap egois, semakin mudah Anda peduli kepada orang lain dengan sepenuh hati.

Ketahuilah bahwa ada perbedaan antara bersikap egois dan sangat peduli pada diri sendiri dengan tidak mengabaikan kebutuhan Anda demi memenuhi keinginan orang lain.

[dropcap]6[/dropcap] Berikan perhatian. Orang-orang yang memiliki rasa kepedulian menjalani kehidupan mereka sehari-hari dengan cara pandang untuk selalu memberikan perhatian. Mereka berusaha memberikan perhatian pada apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka ajak bicara, selain itu mereka juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan perasaan orang-orang tersebut. Perhatikanlah ekspresi wajah orang lain, bahasa tubuh, cara berpakaian, dan bahkan tanggapan melalui gerakan tangan mereka, bisa memberikan gambaran lengkap dari apa yang orang ini pikirkan dan rasakan, dan bisa membantu Anda untuk menjadi orang yang lebih penuh perhatian.

  • Teman Anda mungkin menceritakan kepada Anda bahwa dia sudah benar-benar bisa mengatasi kesedihannya karena putus cinta, tetapi jika Anda melihatnya lebih dekat, bagian bawah matanya masih bengkak atau hidungnya mampet, yang berarti sebaliknya.

  • Teman sekamar Anda sedang menghadapi ujian yang sangat penting dan Anda melihat bahwa dia tidak sempat makan kenyang selama dua hari ini; Anda bisa memasak makan malam lebih banyak untuk memberikan pengalaman yang sangat berbeda dalam hidupnya, dan menunjukkan bahwa Anda peduli.